BERSYUKUR

Posted: January 28, 2012 in Uncategorized

Kapan kita harus Bersyukur????
Bersyukur biasanya kita kaitkan dengan hal-hal yang positif, menyenangkan atau mengembirakan. Itulah ajaran umum yang sering kita dengar sejak kanak-kanak, kita amalkan, dan kita ajarkan kembali.

Bersyukur, ketika naik kelas. Bersyukur, karena mendapat makanan. Bersyukur, karena bisa jalan-jalan. Bersyukur, karena baju baru, mainan baru. Bersyukur, karena mempunyai teman yang baik

Ketika usia beranjak dewasa pola bersyukurpun tidak berubah. Bersyukur, karena naik pangkat atau dapat promosi. Bersyukur, karena makan enak. Bersyukur, karena bisa libur ke luar negeri. Bersyukur, karena rumah baru dan mobil baru.

Bersyukur macam itu biasa. Yang tidak biasa adalah bersyukur untuk semua hal. Juga untuk hal yang tampaknya negatif atau tidak menyenangkan. Karena kegagalan, karena makanan yang tidak enak, karena harus bekerja, karena harapan yang tidak terwujud, karena dihianati, karena disepelekan, karena…apapun juga. Senantiasa bersyukur. Bersyukur karena hal yang sudah terjadi itu biasa. Bersyukur karena hal yang belum terjadi itu luar biasa.

Awali pagi Anda dengan mensyukuri hari yang akan Anda lewati, pekerjaan yang akan Anda lakukan. Presentasi yang harus Anda siapkan. Perjumpaan dengan orang-orang. Percaya deh. Ketika Anda mengubah pola Anda dalam bersyukur. Hidup Anda sudah dan sedang berubah.

Syukur tidak membatasi kita untuk mendapatkan lebih baik. Tapi dengan bersyukur kita bisa mendapatkan yang lebih baik.

Bersyukur, kita bukan menerima tapi menghargai apa yang kita miliki atau apa yang telah diberikan kepada kita. Bersyukur itu bisa muncul jika kita selalu melihat yang lebih rendah dari kita. Contoh, ketika Anda berada di rumah sakit, seharusnya Anda bersyukur karena di sana banyak pasien yang sakit. Dan Anda bukanlah bagian dari yang sakit.

Bersyukur berbeda dengan pasrah. Pasrah berarti tidak berbuat lagi, sementara bersyukur selalu menikmati, menjalankan nikmat amanah yang dipercayakan kepada kita.
Amanah yang dipercayakan kepada kita juga adalah nikmat yang harus disyukuri, karena tidak semua mendapat amanah seperti amanah pada diri kita sendiri.

Comments
  1. wayan says:

    like this yoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s