SUBHA & ASUBHA KARMA

Posted: June 18, 2012 in Uncategorized

Om Swasty Astu

                                                                                                                       

Om Avighnam Astu Namo Sidham

Om Sidhirastu Tad Astu Astu Svaha

SUBHA & ASUBHA KARMA

 

Kata subha karma terdiri dari dua kata yaitu subha dan karma. Subha yang berarti baik sedangkan karma yang berarti perbuatan.

Jadi subha karma berarti sebuah tingkah laku yang terpuji dan baik. Perilaku manusia salama hidupnya berada pada jalur yang berbeda , sehingga dengan kesadaran dia harus dapat menggunakan kemampuan yang ada pada dirinya yaitu kemampuan berpikir, berkata dan berbuat. Namun kemampuan itu sendiri hendaknya diarahkan pada subha karma. Karena bila subha karma yang menjadi gerak pikiran, perkataan, perbuatan., maka  kemampuan yang ada pada diri manusia akan menjelma menjadi perilaku yang baik dan benar. Sebaliknya asubha karma yang menjadi sasaran gerak pikir, perkataan, dan perbuatan, maka kemampuan itu akan menjadi perilaku yang salah.

Berdasarkan hal itu, maka salah satu aspek kehidupan manusia sebagai pancaran dari kemampuan atau daya pikir  adalah membeda-bedakan dan memilih yang baik bukan yang buruk.

Masusa sarvabhutesu vartate vai subhasubhe, asubhe samavistam subhaesveva vakaravet

(sarasamusccaya 2)

dari demikian banyaknya mahluk yang hidup, yang di lahirkan sebagai manusia itu saja yang dapat melakukan perbuatan baik buruk itu; adapun untuk peleburan perbuatan buruk ke dalam perbuatan yang baik juga manfaat menjadi manusia.”

Untuk memberikan batasan tentang manakah yang di sebut tingkah laku baik atau buruk, benar atau salah,tidaklah mudah untuk menentukan secara tegas mengenai klasifikasi dari pada baik dan buruk itu adalah sulit.

Adapun menurut ajaran agama hindu yang menurut perbuatan baik yaitu:

1.  Trikaya parisudha adalah tiga gerak perilaku manusia yang di sucikan yaitu berfikir, berkata, dan berbuat. Jadi berikir bersi akan menimbulkan perkataan yang jujur dan berbuata yang benar.

2. Catur paramita adalah empat bentuk budi luhur, yang terdiri dari:

1.   Maitri artinya lemah lembut, yang merupakan baguan dari budi luhur yang berusaha  untuk kebahagian mahpenderituntuk kebahagiaan mahluknya.

2.   Karuna adalah belas kasihan  artinya bagian dari budi luhur yang menghendaki  terhapusnya penderitaan dari segala mahluk.

3.   Mudita artinya sifat atau sikap yang menyenangkan orang lain.

4.   Upeksa artinya sifat atu sikap suka menghargai orang lain.

Jadi catur paramita adalah tuntutan susila yang membawa manusia ke arah   kemuliaan.

3.   Sad Paramita adalah enam jalan keutamaan untuk menuju keluhuran.

Adapun bagian dari sad paramita yang terdiri dari:

1. Dana paramita artinya memberi dana atau sedekah berupa materi

atau    pun  spiritual.

2. Sila paramita artinya berpikir, berkata , berbuat yang suci.

3. Ksanti paramita artinya pikiran tenang , tahan terhadap penghinaan

4. Wirya paramita artinya memiliki sikap trikaya parisudha yang tegu.

5. Dyana paramita artinya niat mempersatukan piikiran untuk mencari jawaban atas kebenaran.

6.  Pradnya paramita artinya kebijksanaan dalam  menimbang –  nimbang suatu permasalahan.

4.   Dasa yama brata adalah sepuluh macam pengendalan diri , yang terdiri dari Arimbawa artinya tidak mementingkan  diri sendiri, Ksama artinya suka mengampuni dan tahan uji dalam kehidupan, Satya artinya setiap kepada ucapan sehingga menyenangkan setiap orang, Ahimsa artinya tidak membunuh atau menyakiti orang lain, Dama artinya menasehati diri sendiri, Arjawa artinya jujur dan mempertahanan kebenaran, Prati artinya cinta kasih terhadap semua mahluk, Prasada artinya berfikir dan suci tampa pamrih, Madurya artinya ramah tamah, lemah lembut, dan sopan santun, dan Mardhawa artinya rendah hati, Tidak sombong dan berpikir tulus.

Subha karma adalah perbuatan yang baik menyebabkan manusia itu selalu ada di jalan dharma.

Jika pada saat kehidupan sekarang ini kita selalu berbuat  baik, namun perjalanan hidup kita selalu dalam keadaan yang susah, mungkin kita sebagai  umat manusia selalu berfikir dan bertanya, TUHAN apakah salah ku? Padahal aku hidup di dunia  ini selalu berusaha untuk berbuat baik dan berada di jalan darma Namun mengapa hiduku ini selalu sial???

Jawabannya hanya ada pada karma  kita yang terdahulu, mungkin saja pada kehidupan kita yang terdahulu kita mempunyai sifat Asuba karma  yang mencerminkan sifat kejahatan.

Hal-hal seperti itu akan berimbas pada kehidupan kita di jaman sekarang atau  akan datang yang menyebabkan kita menjadi menderita akibat dari karma kita terdahulu.

Janganlah berpikir bahwa kesialan yang kita alami pada kehidupan sekarang ini

adalah sebuah takdir ,,, Itu adalah sebuah pemikiran yang agak menyimpang karna kita sebagai umat  HINDU yang mengenal dan mengerti  dengan konsep karmapala.

Nasib seseorang  di tentukan oleh perbuatannya sendiri, jika perbuatan kita baik maka maka hasil kebaikan yang akan kita peroleh, begitu juga sebaiknya jika kita berbuat jahat, maka saat menjelma akan mendapatkan hasil yang buruk sesuai dangan karma yang di perbuat.

TUHAN tidak pernah ikut campur dalam menentukan jalan hidup  manusia , karena TUHAN itu maha adil.

Jika TUHAN ikut campur dalam menentukan nasib umatnya ,,, TUHAN bisa di katakan tidak adil karena pada kenyataanya kehidupan manusia di dunia ini baik secara materi maupun nonmateri sangat berbeda-beda. Jika TUHAN itu adil, kenapa tidak di sama ratakan jalan hidup umat nya agar tidak ada sikap dengki dan iri hati  di antara mereka?

TUHAN hanya memberikan kita penilaian terhadap mahluk ciptaanNYA, jika manusia berbuat baik maka karma baik yang akan di catat oleh TUHAN.

Sebagai contoh:

Pada saat manusia haus akan kekuasaan, mereka menebangi pohon yang ada di hutan, menjual kayunya dan menggunakan lahannya itu sebagai  tempat bercocok tanam, hal itu dilakukan manusia secara terus menerus yang menyebabkan hutan-hutan yang ada di pegunungan menjadi gundul, akibatnya terjadi anjir bandang yang menyebabkan korban jiwa.

Jika hal itu terjadi apakah kita akan menyalahkan TUHAN?

Tidak mungkin akan terjadi longsor dan banjir jika manusia tidak menebangi pohon yang ada di pegunungan.

Itu adalah hukum sebab akibat yang biasa di sebut denga hukum alam(  hukum Rta)

Umat sedarma yang sama berbahagia,

Dalam kitab Brhad-aranyaka Upanisad IV.4.5 dijelaskan bahwa:

Sesuai dengan perbuatan demikian lah seorang jadinya

Dia yang berbuat baik akan menjadi baik,di yang berbuat jahat akan menjadi jahat

Dengan perbuatan suci dia akan menjadi suci,dengan perbuatan buruk dia akan menjadi buruk, yang lain menyatakan bahwa manusia terdiri dari keinginan2, sebagaimana keinginannya, demikianlah kehendaknya, sebagaimana ia bertindak, tindakan apapun yang akan ia lakuakan  itulah hasil yang ia peroleh.

Dalam bhagavad gita III.16.di jelaskan :

Demikianlah sebab terjadinya perputaran roda,ia yang tidak ikut dalam perputaran roda itu berbuat jahat, selalu berusaha memenuhi nafsu indranya, sesungguhnya ia hidup dalam sia-sia.

Takdir dan karma sungguh lah berbeda. Takdir adalah sesuatu yang terjadi akibat   kehendak TUHAN. Takdir biasanya juga di sebut dengan nasib. Namun karma membuat seseorang  harus mengambil tanggung jawab atas nasibnya sendiri.

Takdir mungkin membuat  orang dalam keadaan pasif, namun karma membuat kita mengambil tanggung jawab yang aktip untuk merubah dan memperbaiki hidup kita sekalipun untuk itu kita harus menghadapi kesulitan.

Tanpa hukum karma TUHAN adalah diktator yang kejam dan sewenang-wenang. Tanpa hukum karma agama hanya lah sekedar sebagai alat penghibur.

Seperti halnya obat penenang yang menghilangkan rasa sakit namun tidak menyembuhkan  penyakinya.

Hukum karma menjamin berlakunya keadilan dalam kehidupan manusia. Tanpa keadialan semacam itu hidup di dunia ini tidak ada gunanya.

Jadi hukum  karma bukanlah hukum balas dendam, hukum karma hanyalah menetapkan hubungan sebab akibat, perbuatana dan hasil.

Ibarat kita menanam sebuah pohon,pahit atau  manis buah yang kita petik tergantung dari pohon yang kita  tanam.

Penulis : Mahasiswa STAH DNJ

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s